Kamis, 15 November 2012

Makalah Desain Pembelajaran


Tugas Kelompok
Desain Pembelajaran
OLEH:
Kelompok VI
1.      Liska Dewiana Nasution                                   3103311032
2.      Ebita Malau                                                        3103311018
3.      Novra Windah Lingga                                       3103311040
4.      Yohanna M.I Hutabarat                                    3103311060
5.      Nurma Fitriani Nst                                            3103311042
6.      Dewi Novitasary Siregar                                   3103311014
7.      Teguh Abdillah                                                    3103311058
8.      Denta Immanuel Sembiring                                3103311012

KELAS                                  : B Ekstensi 2010
MATA KULIAH                 : Perencanaan Pembelajaran Kewarganegaraan
JURUSAN                            : PP-Kn
  
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Desain Pembelajaran ini dengan baik.
Makalah ini diharapkan mampu membantu penulis dalam memperdalam mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Kewarganegaraan dalam kegiatan belajar. Selain itu, makalah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi seorang guru yang profesional yang baik dan bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada terbentuknya manusia yang memiliki pengetahuan dan berbudi pekerti yang luhur berdasarkan Pancasila yang berpengaruh terhadap usaha mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis berterima kasih kepada orang tua penulis yang memberikan motivasi baik berupa matreiil maupun moriil kepada penulis, tidak lupa penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pengampu yaitu Ibu Sri Yunita dan kepada semua pihak yang sedikit banyaknya telah terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari masih banyak sekali terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Penulis mengharapkan saran dan kritikan terhadap makalah ini yang bersifat membangun agar makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih.

                                                                                                Medan,     Oktober 2012

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kegiatan proses pembelajaran diselenggarakan sebagai suatu usaha sadar dan terencana sebagai suatu upaya meningkatkan kuualitas sumber daya manusia sehingga dapat menjangkau ranah-ranah hasil pembelajaran, baik secara peningkatan dalam ranah kognisi, afeksi dan ranah psikomotorik dalam bentuk perubahan sikap dan prilaku. Sehingga setiap lembaga pendidikan perlu dikelola oleh mereka yang memiliki kompetensi dalam membuat desain atau pola pembelajaran, sehingga dapat dilakukan perubahan dan penyesuaian dan adanya inovasi dalam proses pembelajaran.
Dalam menyusun sebuah desain pembelajaran, konsep interaksi merupakan sesuatu cukup dijadikan yang penting untuk diperhitungkan. Oleh karena hal itu desain pembelajaran tidak dapat digantikan dengan desain informasi. Interaksi sangat berkaitan dengan keberagaman peserta didik. Hal inilah yang menuntut designer pembelajaran untuk dapat memunculkan bermacam-macam desain-desain pembelajaran yang bervariasi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian desain pembelajaran?
2.      Apa-apa saja komponen utama desain pembelajaran?
3.      Apa-apa saja model-model desain pembelajaran?


C.    Tujuan Penulisan
            Disain dan rancangan pembelajaran adalah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tujuan dari pembelajaran adalah untuk memenuhi atau mencapai kompetensi tertentu. Rumusan tujuan pembelajaran dikembangkan berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik jika ia selesai belajar. Disain pembelajaran perlu memadukan kebutuhan peserta didik dengan kompetensi yang harus dia kuasai nanti setelah selesai belajar.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas.
Perencanaan pembelajaran adalah suatu sistem yaitu suatu perencanaan yang integral tentang aktivitas keseluruhan komponen dari suatu sistem yang didesain untuk memecahkan masalah untuk memenuhi kebutuhan. Fungsi perencanaan pembelajaran adalah sebagai kerangka acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien.

2.      Komponen Utama Desain Pembelajaran
Komponen utama dari desain pembelajaran adalah:
a.       Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
b.      Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat.
c.       Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari.
d.      Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar. Bahan Ajar, adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar
e.       Penilaian Belajar, tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi yang sudah dikuasai atau belum.

3.      Model-Model Desain Pembelajaran
a.       Model Dick and Carrey
Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah–langkah Desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah:
*      Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran.
*      Melaksanakan analisi pembelajaran
*      Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
*      Merumuskan tujuan performansi
*      Mengembangkan butir–butir tes acuan patokan
*      Mengembangkan strategi pembelajaran
*      Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran
*      Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
*      Merevisi bahan pembelajaran
*      Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.
Langkah awal pada model Dick and Carey adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Langkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan.
Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar (1) pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampu melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran, (2) adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki, (3) menerangkan langkah–langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.

b.      Model Kemp
Model Kemp termasuk ke dalam contoh model melingkar jika ditunjukkan dalam sebuah diagram. Secara singkat, menurut model ini terdapat beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar, yaitu:
*      Menentukan tujuan dan daftar topik,menetapkan tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya;
*      Menganalisis karakteristik pelajar, untuk siapa pembelajaran tersebut didesain;
*      Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar;
*      Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan;
*      Pengembangan prapenilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level pengetahuan terhadap suatu topik;
*      Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar-mengajar, jadi siswa siswa akan mudah menyelesaikan tujuan yang diharapkan;
*      Mengkoordinasi dukungan pelayanan atau sarana penunjang yang meliputi personalia, fasilitas-fasilitas, perlengkapan, dan jadwal untuk melaksanakan rencana pembelajaran;
*      Mengevaluasi pembelajaran siswa dengan syarat mereka menyelesaikan pembelajaran serta melihat kesalahan-kesalahan dan peninjauan kembali beberapa fase dari perencanaan yang membutuhkan perbaikan yang terus menerus, evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
c.       Model ASSURE
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:
*      Analyze Learners (Analisis Pelajar)
*      States Objectives (Menyatakan tujuan)
*      Select Methods, Media, and Material (Pemilihan metode, media dan bahan)
*      Utilize Media and materials (penggunaan media dan bahan)
*      Require Learner Participation (partisipasi pelajar di dalam kelas)
*      Evaluate and Revise (penilaian dan revisi)

d.      Model ADDIE
Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yaitu
1.      Analysis (analisa)
2.      Design (disain/perancangan)
3.      Development (pengembangan)
4.      Implementation (implementasi/eksekusi)
5.      Evaluation (evaluasi/umpan balik)

Langkah 1: Analisis
            Tahap analisis merupakan suatu proses mendefenisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar, yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Oleh karena itu, output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta balajar, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.

Langkah 2: Desain
            Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint). Ibarat bangunan, maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blueprint) diatas kertas harus ada terlebih dahulu. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes, dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling revalan. Di samping itu, pertimbangkan pula sumber – sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relavan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain – lain. Semua iu tertuang dalam suatu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci.

Langkah 3 : Pengembangan 
            Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Atau diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan.

Langkah 4 : Implementasi
            Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan system pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Jika penataan lingkungan harus tertentu, maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.

Langkah 5 : Evaluasi
            Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap tahap di atas dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap rancangan, mungkin kita memerlukan pada salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberi input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Pada tahap pengembangan, mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain – lain.



e.       Model Hanafin and Peck
            Model Hannafin dan Peck ialah model desain pengajaran yang terdiri dari pada tiga fase yaitu fase analisi keperluan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Dalam model ini, penilaian dan pengulangan perlu dijalankan dalam setiap fase. Model ini adalah model desain pembelajaran berorientasi produk.
            Fase pertama dari model Hannafin dan Peck adalah analisis kebutuhan. Fase ini diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan dalam mengembangkan suatu media pembelajaran termasuklah di dalamnya tujuan dan objektif media pembelajaran yang dibuat, pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan oleh kelompok sasaran, peralatan dan keperluan media pembelajaran. Setelah semua keperluan diidentifikasi Hannafin dan Peck (1988) menekankan untuk menjalankan penilaian terhadap hasil itu.
            Fase yang kedua dari model Hannafin dan peck adalah fase desain. Di dalam fase ini  informasi dari fase analisis dipindahkan ke dalam bentuk dokumen yang akan menjadi tujuan pembuatan media pembelajaran
            Fase ketiga adalah pengembangan dan implementasi. Mengatakan aktivitas yang dilakukan dalam fase ini adalah penghasilan diagaram alur, pengujian, serta penilaian formatif dan penilaian sumatif.








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.
Adapun komponen utama desain pembelajaran yaitu: 1) Tujuan pembelajaran; 2) Pembelajar; 3) Analisis pembelajaran; 4) Strategi pembelajaran ; dan 5) Penilaian belajar.
Ada empat model desain pembelajaran yaitu:
ü  Model Dick and Carrey
ü  Model Kemp
ü  Model ASSURE
ü  Model ADDIE
ü  Model Hanafin and Peck

B.     Saran
Tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana dirumuskan dalam UU Nomor 2 tahun 1989 adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Dari tujuan tersebut, sangat jelas bahwa output yang diharapkan dari proses pendidikan di sekolah sebenarnya bukan hanya sekedar pribadi-pribadi yang cerdas secara intelektual saja, namun juga harus memiliki budi pekerti luhur berdasarkan keyakinan yang mendalam kepada Tuhan yang Maha Esa. Dengan adanya desain pembelajaran, diharapkan proses belajar mengajar dan tujuan Pendidikan Nasional tersebut tercapai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar